GESER UNTUK BACA BERITA
banner 325x300
KEPRIPOLITIK

Polemik Pernyataan Endipat Wijaya Diminta Tidak Diperpanjang

×

Polemik Pernyataan Endipat Wijaya Diminta Tidak Diperpanjang

Sebarkan artikel ini
Polemik Pernyataan Endipat Wijaya Diminta Tidak Diperpanjang
Polemik Pernyataan Endipat Wijaya Diminta Tidak Diperpanjang. (Foto : Partai Gerindra)

LINGGA — SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Lingga meminta agar polemik terkait pernyataan Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, tidak lagi diperpanjang. Organisasi kepemudaan tersebut menilai klarifikasi dan permohonan maaf yang telah disampaikan secara terbuka sudah cukup dan patut dihormati.

Ketua SAPMA PP Lingga, Muhammad Ilham, mengatakan sikap Endipat menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan secara terbuka seharusnya menjadi penutup polemik, bukan justru memicu kegaduhan baru di ruang publik.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Klarifikasi dan permohonan maaf itu sudah jelas. Sudah sepatutnya polemik ini diakhiri dan tidak terus digulirkan,” ujar Ilham, Sabtu (13/12/2025).

Ilham mengingatkan bahwa perdebatan berkepanjangan di media sosial berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang jauh lebih penting, yakni penanganan dan pemulihan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Ilham menegaskan bahwa pernyataan Endipat Wijaya sejak awal merupakan bentuk kontrol sosial untuk mendorong transparansi penyaluran bantuan bencana. Kritik tersebut, kata dia, tidak dimaksudkan sebagai provokasi atau upaya memecah belah masyarakat.

“Bang Endipat tidak sedang menyerang siapa pun. Yang disampaikan adalah dorongan agar penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan akuntabel,” jelasnya.

Ia menilai dinamika opini publik yang terus berkembang justru berisiko menggeser fokus dari kebutuhan mendesak para penyintas bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan luas.

Ilham juga mengajak masyarakat, khususnya warganet, untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas. Ia menilai permohonan maaf yang telah disampaikan secara terbuka merupakan itikad baik yang seharusnya dihargai.

“Sebagai masyarakat yang menjunjung adab dan etika, kita perlu merespons secara bijak. Jangan sampai polemik ini justru melemahkan semangat solidaritas,” tegasnya.

Menurut Ilham, banyak relawan, donatur, dan elemen masyarakat telah bekerja tanpa lelah sejak fase tanggap darurat. Polemik berkepanjangan, lanjutnya, hanya akan menguras energi publik.

“Energi kita seharusnya difokuskan pada kerja-kerja kemanusiaan, bukan saling serang,” ujarnya.

SAPMA PP Lingga, lanjut Ilham, memberikan apresiasi kepada para relawan yang terus berada di garis depan penanganan bencana. Ia berharap dukungan terhadap kerja kemanusiaan tidak terganggu oleh perbedaan persepsi.

“Yang terpenting saat ini adalah membantu sesama dan menjaga solidaritas,” katanya.

Ilham menegaskan bahwa permohonan maaf Endipat Wijaya harus diterima sebagai itikad baik agar masyarakat dapat kembali fokus pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Sudah saatnya polemik ini dihentikan dan perhatian kita diarahkan sepenuhnya pada kemanusiaan,” pungkasnya. ***

Preferensi Sumber
banner 482x100